Warisan Pemikiran James Connolly:Aku Akan Mendoakan Semua Pria Pemberani

“I will say a prayer for all brave men who do their duty according to their lights.”

“Aku akan mendoakan semua pria pemberani yang menjalankan tugas dan keyakinannya sesuai dengan hati nurani serta apa yang mereka anggap benar.”

Kalimat itu menjadi kata-kata terakhir James Connolly sebelum dieksekusi oleh pemerintah Inggris setelah peristiwa Easter Rising di Dublin, Irlandia, 110 tahun lalu. Dalam kondisi terluka parah akibat pertempuran, Connolly bahkan harus diikat di kursi saat regu tembak menjalankan hukuman mati pada 12 Mei 1916. Namun menjelang kematiannya, ia tidak mengucapkan kebencian, melainkan doa bagi semua orang yang tetap menjalankan keyakinannya menurut hati nurani mereka.

James Connolly lahir pada tahun 1868 di Edinburgh, Skotlandia, dari keluarga pekerja keturunan Irlandia. Kehidupan miskin yang ia alami sejak kecil membentuk pandangannya tentang ketidakadilan sosial dan penindasan terhadap kelas buruh. Ia kemudian dikenal sebagai aktivis, penulis, pemimpin buruh, sekaligus tokoh sosialis yang percaya bahwa kemerdekaan suatu bangsa tidak akan berarti jika rakyatnya masih hidup dalam kemiskinan dan ketimpangan.

Pada tahun 1913, Connolly ikut mendirikan Irish Citizen Army untuk melindungi kaum pekerja dari kekerasan saat gelombang pemogokan besar di Dublin. Dua tahun kemudian, ia menjadi salah satu komandan utama dalam Easter Rising, sebuah pemberontakan melawan kekuasaan Inggris yang menjadi titik penting menuju kemerdekaan Irlandia.

Pemikiran Connolly menggabungkan nasionalisme dan sosialisme. Menurutnya, kemerdekaan politik tanpa keadilan ekonomi hanyalah kemerdekaan kosong. Ia percaya negara harus berdiri untuk rakyat pekerja, bukan hanya untuk elite atau kekuasaan semata. Karena itulah namanya dikenang bukan hanya sebagai pejuang kemerdekaan Irlandia, tetapi juga sebagai simbol perjuangan melawan ketidakadilan sosial di berbagai belahan dunia.

READ  Taksim 1977: Saat May Day Berubah Jadi Ladang Peluru dan 42 Nyawa Tumbang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *