Pada 13 Juli 1911, di Lourenço Marques kini dikenal sebagai Maputo, Mozambik tercatat sebuah langkah penting dalam sejarah perjuangan buruh Afrika. Pada hari itu didirikan União dos Trabalhadores Africanos (Persatuan Pekerja Afrika), sebuah organisasi yang lahir untuk melawan eksploitasi terhadap para pekerja kulit hitam di bawah sistem kolonial.
Organisasi ini didorong oleh para aktivis serikat buruh yang berpaham libertarian di Mozambik. Tujuannya jelas, yakni membangun wadah perjuangan yang menyatukan seluruh pekerja Afrika, tanpa membedakan profesi maupun status sosial. Semangat persatuan itu tercermin dalam seruan mereka:
“Untuk menghindari segala bentuk kesewenang-wenangan kaum kapitalis, kita harus bersatu dalam organisasi yang bernama União Africana, yang terdiri dari semua golongan, mulai dari kuli angkut yang paling sederhana hingga buruh dan pegawai negeri.”
Persatuan ini menjadi organisasi buruh pertama di Mozambik yang secara khusus mewakili pekerja kulit hitam Afrika. Meski hanya bertahan sekitar dua tahun, organisasi tersebut tetap aktif memperjuangkan hak-hak buruh dan ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan gerakan pekerja, termasuk peringatan eksekusi tokoh anarkis Francisco Ferrer.
Keberadaan União dos Trabalhadores Africanos menjadi simbol awal perlawanan kaum pekerja Afrika terhadap ketidakadilan, serta meninggalkan jejak penting dalam sejarah gerakan buruh dan perjuangan hak-hak pekerja di Mozambik.












