Luiz Inácio Lula da Silva 1979: Dari Pemimpin Mogok ke Presiden Brasil

Di tengah lautan manusia yang memenuhi kawasan industri ABC Paulista, Brasil, seorang pria berdiri di atas meja kayu sederhana. Tak ada panggung megah, tak ada pengawalan elit. Hanya seorang buruh metal dengan suara serak yang mencoba membakar keberanian ribuan pekerja yang lelah hidup di bawah tekanan rezim militer. Pria itu adalah Luiz Inácio Lula da Silva  dunia mengenalnya sebagai Lula.

Foto ini diambil saat gelombang besar pemogokan buruh metal Brasil tahun 1979. Saat itu Brasil masih berada di bawah pemerintahan diktator militer yang berkuasa sejak kudeta 1964. Buruh hidup dalam tekanan ekonomi, inflasi tinggi, upah rendah, dan pembungkaman politik. Di tengah situasi itu, kawasan industri ABC Paulista — São Bernardo do Campo, Santo André, dan Diadema berubah menjadi pusat perlawanan kelas pekerja Brasil.

Lula sendiri lahir pada 27 Oktober 1945 di Garanhuns, Pernambuco, sebuah daerah miskin di timur laut Brasil. Ia berasal dari keluarga sangat sederhana. Ayahnya seorang pekerja, ibunya harus membesarkan banyak anak di tengah kemiskinan dan kekeringan. Saat kecil, Lula ikut migrasi bersama keluarganya ke São Paulo demi mencari kehidupan yang lebih baik. Mereka hidup berhimpitan di pinggiran kota. Sebelum menjadi pemimpin buruh, Lula pernah bekerja sebagai tukang semir sepatu, office boy, hingga akhirnya menjadi buruh metal di pabrik. Dalam salah satu kecelakaan kerja, ia bahkan kehilangan satu jari tangannya akibat mesin pabrik.

Dari lantai pabrik itulah Lula mengenal kerasnya kehidupan pekerja. Ia melihat bagaimana buruh dipaksa bekerja panjang dengan upah yang tidak sebanding. Pada 1970-an, Lula naik menjadi pemimpin Serikat Buruh Metal ABC. Berbeda dengan politisi pada umumnya, Lula berbicara dengan bahasa rakyat biasa. Ia tidak lahir dari kalangan militer, bangsawan, ataupun akademisi elit. Ia lahir dari panasnya mesin industri dan kemarahan kelas pekerja.

READ  Surat Kabar Pravda: Dari Suara Revolusi hingga Corong Kekuasaan Rusia

Tahun 1979 menjadi salah satu titik paling penting dalam sejarah Brasil modern. Ratusan ribu buruh melakukan mogok besar menuntut kenaikan gaji dan hak-hak pekerja. Pemerintah militer menganggap aksi itu sebagai ancaman serius. Banyak pemimpin buruh ditangkap, termasuk Lula. Namun tekanan itu justru membuat namanya semakin dikenal rakyat Brasil. Foto Lula berdiri di atas meja di tengah lautan manusia kemudian menjadi simbol perlawanan buruh Amerika Latin terhadap penindasan ekonomi dan kediktatoran.

Dari gerakan buruh itu kemudian lahir Partai Buruh Brasil atau Partido dos Trabalhadores (PT) pada tahun 1980, yang didirikan Lula bersama aktivis, intelektual kiri, tokoh gereja progresif, dan gerakan rakyat lainnya. Lula lalu berkali-kali mencalonkan diri sebagai presiden sejak 1989, namun beberapa kali kalah. Meski begitu, ia tetap menjadi simbol harapan rakyat miskin Brasil.

Barulah pada tahun 2002 Lula memenangkan pemilihan presiden Brasil. Ia resmi menjabat Presiden Brasil mulai 1 Januari 2003 sebagai presiden ke-35 Brasil. Kemenangan itu dianggap bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang mantan buruh pabrik menjadi pemimpin negara terbesar di Amerika Latin.

Lula memimpin Brasil selama dua periode berturut-turut, dari 2003 sampai 2011. Pada masa pemerintahannya, Brasil mengalami pertumbuhan ekonomi besar, pengurangan kemiskinan, dan program sosial besar seperti Bolsa Família yang membantu jutaan rakyat miskin. Popularitasnya sangat tinggi ketika meninggalkan jabatan pada 2011.

Namun perjalanan politiknya tidak selalu mulus. Setelah tidak lagi menjadi presiden, Lula terseret kasus korupsi dan dipenjara pada 2018 dalam kasus yang kontroversial. Banyak pendukungnya menilai kasus itu bermuatan politik. Pada 2021, Mahkamah Agung Brasil membatalkan vonis tersebut karena dianggap proses hukumnya bermasalah.

Secara mengejutkan, Lula kembali memenangkan pemilihan presiden tahun 2022 setelah mengalahkan Jair Bolsonaro. Ia kembali dilantik menjadi Presiden Brasil pada 1 Januari 2023 sebagai presiden ke-39 Brasil. Masa jabatannya saat ini berlangsung hingga 31 Desember 2026.

READ  Jurnalis yang Menggugat Penjajahan di Indonesia : Kisah Ernest François Eugène Douwes Dekker

Kisah Lula sering dianggap sebagai salah satu cerita politik paling dramatis di dunia modern: seorang anak miskin, buruh pabrik, pemimpin mogok kerja, dipenjara oleh negara, lalu kembali menjadi presiden. Dari atas meja kayu di tengah kerumunan buruh tahun 1979, Lula akhirnya berdiri di Istana Planalto sebagai pemimpin Brasil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *