Awal Mei 1998, kota Medan lebih dulu membara. Asap hitam mengepul dari pertokoan, kendaraan dibakar, dan jalan-jalan dipenuhi ketegangan. Krisis ekonomi yang menghantam Indonesia sejak 1997 telah melumpuhkan kehidupan masyarakat. Harga kebutuhan pokok melonjak, pengangguran meningkat, sementara kemarahan terhadap pemerintahan Presiden Soeharto semakin sulit dibendung.
Kerusuhan Medan pada Mei 1998 menjadi salah satu ledakan awal yang membuka rangkaian gelombang Reformasi di Indonesia. Demonstrasi mahasiswa, keresahan sosial, dan amarah rakyat bercampur menjadi kekacauan besar. Peristiwa itu kemudian menjalar ke berbagai kota lain, hingga akhirnya mencapai Jakarta dan memuncak dalam kerusuhan besar pertengahan Mei 1998.
Di tengah tekanan ekonomi, gejolak politik, dan desakan rakyat yang semakin luas, rezim Orde Baru mulai runtuh. Dua pekan setelah gelombang kerusuhan dan demonstrasi besar melanda negeri, pada 21 Mei 1998, Soeharto resmi mengundurkan diri setelah berkuasa selama lebih dari tiga dekade. Peristiwa Mei 1998 pun tercatat sebagai titik balik sejarah Indonesia—lahirnya era Reformasi yang mengubah arah politik, kebebasan pers, dan kehidupan demokrasi di tanah air.












