Pada tanggal 6 Mei 1968, jalanan Paris berubah menjadi arena perlawanan. Hari itu menjadi titik awal bentrokan besar antara mahasiswa dan aparat kepolisian dalam rangkaian peristiwa yang dikenal sebagai Mei 1968 di Prancis.
Awalnya, gerakan ini dipicu oleh aksi protes mahasiswa dari Universitas Nanterre dan Sorbonne yang menuntut kebebasan akademik, reformasi pendidikan, dan penolakan terhadap sistem otoriter. Namun, situasi dengan cepat memanas. Bentrokan fisik pecah, barikade didirikan, dan ribuan mahasiswa turun ke jalan.

Gelombang perlawanan ini tidak berhenti di kalangan mahasiswa. Dalam waktu singkat, gerakan meluas menjadi pemogokan massal terbesar dalam sejarah Prancis modern. Sekitar 11 juta pekerja ikut serta dalam mogok kerja, melumpuhkan pabrik, transportasi, dan berbagai sektor penting. Banyak pabrik dan kampus diduduki oleh massa sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem kapitalisme dan ketimpangan sosial.

Peristiwa ini terjadi di tengah ketegangan global. Penolakan terhadap Perang Vietnam, serta perjuangan hak-hak sipil menjadi bahan bakar utama revolusi sosial ini. Kaum muda tampil sebagai kekuatan baru yang menantang nilai-nilai lama, menciptakan gelombang perubahan budaya yang besar.
Dampak dari Mei 1968 tidak hanya terasa di Prancis. Gerakan ini menginspirasi berbagai perlawanan di dunia, termasuk periode Tahun-tahun Timbal di Italia yang ditandai konflik politik, serta krisis akademik di Portugal yang akhirnya berkontribusi pada lahirnya Revolusi Anyelir pada tahun 1974.
Fakta Sejarah Penting:
- Bentrokan 6 Mei 1968 menandai eskalasi besar pertama antara mahasiswa dan polisi.
- Lebih dari 11 juta pekerja ikut mogok, menjadikannya salah satu pemogokan terbesar dalam sejarah dunia.
- Presiden Prancis saat itu, Charles de Gaulle, sempat kehilangan kendali politik dan hampir mundur.
- Gerakan ini tidak berhasil menggulingkan pemerintah, tetapi berhasil mengubah budaya, pendidikan, dan hubungan kerja di Prancis.
- Mei 1968 menjadi simbol kebangkitan generasi muda melawan otoritas dan ketidakadilan sosial.
Peristiwa ini membuktikan bahwa suara mahasiswa dan rakyat dapat mengguncang fondasi negara. Mei 1968 bukan sekadar kerusuhan, tetapi sebuah titik balik sejarah di mana ide, keberanian, dan solidaritas mampu melahirkan perubahan yang menggema ke seluruh dunia.












