Seorang gadis kecil berusaha mengancingkan kembali bajunya setelah dirinya, bersama perempuan dan warga sipil lainnya, mengalami pelecehan dan kekerasan oleh tentara Angkatan Darat Amerika Serikat. Tak lama setelah foto itu diambil, mereka semua akan dibunuh. Hari itu, 16 Maret 1968, menjadi salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah Perang Vietnam: Pembantaian My Lai.
Di desa My Lai, Provinsi Quang Ngai, Vietnam Selatan, pasukan Amerika dari Kompi Charlie, Brigade Infanteri ke-11, menyerbu kawasan yang dicurigai sebagai basis gerilyawan Viet Cong. Namun yang mereka temukan sebagian besar hanyalah warga sipil: perempuan, anak-anak, bayi, dan orang tua. Dalam operasi tersebut, sekitar 504 warga sipil Vietnam dibantai.
Kesaksian para korban dan dokumentasi yang kemudian terungkap menunjukkan bahwa banyak warga sipil disiksa, diperkosa, ditembak mati, bahkan dilempar ke parit massal. Tragedi ini dilakukan sebagai bentuk balas dendam setelah bentrokan sebelumnya dengan pasukan Viet Cong yang menyebabkan korban di pihak tentara Amerika.
Di tengah kekacauan itu, sebuah helikopter pengintai Amerika yang dipiloti oleh Hugh Thompson Jr. mendarat di lokasi pembantaian. Bersama dua rekannya, Glenn Andreotta dan Lawrence Colburn, Thompson menghadang tentaranya sendiri dengan senjata teracung demi melindungi warga sipil Vietnam yang masih hidup. Mereka berhasil menyelamatkan sedikitnya 11 orang. Tindakan keberanian mereka baru mendapat penghargaan militer resmi hampir 30 tahun kemudian.
Selama bertahun-tahun, pembantaian My Lai berusaha ditutupi dan dibantah oleh militer Amerika Serikat. Salah satu tokoh yang terlibat dalam penyelidikan awal adalah Mayor Colin Powell, yang saat itu menulis bahwa hubungan antara tentara Amerika dan warga sipil Vietnam berjalan dengan baik. Powell kelak menjadi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat pada tahun 2001.
Ketika kasus ini akhirnya terbongkar ke publik, kemarahan dunia internasional pun muncul. Namun dari puluhan tentara yang diadili, hanya Letnan William Calley yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Presiden Richard Nixon kemudian meringankan hukumannya menjadi tahanan rumah, dan Calley hanya menjalani sekitar tiga tahun hukuman.
Pada tahun 2009, William Calley akhirnya menyampaikan permintaan maaf publik atas keterlibatannya dalam tragedi tersebut.
Foto-foto mengerikan dari pembantaian My Lai, termasuk dokumentasi para korban sipil, diabadikan oleh fotografer perang Amerika, Ron Haeberle. Gambar-gambar itu menjadi bukti penting yang membuka mata dunia tentang kekejaman perang dan sisi gelap intervensi militer Amerika di Vietnam.
Pembantaian My Lai hingga hari ini dikenang sebagai simbol kegagalan moral dalam perang modern — ketika warga sipil tak berdosa menjadi korban kebencian, ketakutan, dan kekuasaan bersenjata.
Sumber:
– Arsip foto dan laporan perang oleh Ron Haeberle
– Dokumentasi sejarah My Lai Massacre
– Arsip National Archives dan laporan investigasi militer Amerika Serikat
– Kesaksian pilot helikopter Hugh Thompson Jr.
– Data sejarah Perang Vietnam dan catatan pers internasional












